Oleh: bayu sindhu raharja | Januari 26, 2012

Talking about sinetron

Setelah ngomongin masalah hantu (baca disini) kini giliran ane mau ngomongin soal sinetron di tipi- tipi kita. Sinetron, apa pun bentuknya telah berkontribusi atas tidak bisanya ane nonton acara yang ane sukai, ane lebih memilih jadi anak yang berbakti pada ibu daripada harus jadi anak durhaka cuma gara – gara rebutan channel mana yang seharusnya ditonton. Singkat cerita, ane nggak bisa nonton acara tipi yang ane sukai, ya..karena keberadaan sinetron itu. Sedikit informasi, ibu ane adalah pecandu sinetron dosis tinggi.

Ketika ane kuliah di Solo, hampir setiap hari ane berangkat pagi- pulang sore. Ya..maklumlah karena mulai semester 3 ane nglaju klaten- solo. Jadi, waktu yang seharusnya efektif untuk saya nonton tipi ya sore hari setelah saya pulang dari kampus. Tapi semua itu sia- sia saja karena pas diwaktu itu adalah saat ketika sinetron- sinetron mulai bergentayangan. Wal akhir… ya saya harus ngalah. Apalagi kalo remote tipi sudah ditangan ibu ane, jangan harap channel tipi bisa dipindah- pindah.  Karena menurut teori yang sudah banyak disepakati para pakar bahwa pemegang kekuasaan didepan tipi adalah orang yang memegang remote tipi.

Kadang ane lebih milih keluar rumah, dan atau main ke rumah temen daripada harus nonton tu sinetron. Atau kadang- kadang ane ndengerin musik di kamar. E….ibu ane gak mau kalah saingan, dia besarin juga tu volume tipinya. *Hadeh… insyaf dan kembalilah ke jalan yang benar ibuku

Tapi sekali waktu ane coba tonton tu sinetron, karena penasaran seperti apa jalan critanya koq sampai – sampai ibu saya jadi kecanduan. Pas ane tonton tu sinetron pas ada adegan seorang cewek yang akan tertabrak mobil. Ketika mobil semakin mendekat dan si cewek sadar bahwa dirinya akan tertabrak, si cewek itu justru tidak segera bergegas lari atau minggir, tapi malah menutup mata dan teriak auuuu….. .

Didalam fikiran saya, “sarap ni cewek, cari mati kayaknya ni orang !”.

Dan apa coba kemudian yang terjadi? Si cewek itu akhirnya jadian sama orang yang nabrak tadi. Karena kebetulan (eh..sudah di-set) yang bawa mobil itu adalah seorang cowok.

Didalam fikiran ane bertanya lagi,”enak bener tu cowok, sudah nabrak, bikin si cewek sakit, e….malah dapat pacar. Saya aja yang nggak pernah nyakitin cewek cari pacar satu saja sulitnya minta ampun !”. Kadang- kadang saya malah berfikir apakah sinetron ini ingin memberitahu pada para jombloers tentang bagaimana trik ngedapetin cewek. Jadi nanti seandainya ada cewek cantik lagi jalan, na…itulah saatnya para jombloers siap- siap menjalankan adegan seperti di senetron tadi, kencangkan sabuk pengaman (*khusus mobil, kalau motor ya cukup kencangkan ikat pinggang), kemudian senggol sedikit tu cewek. Setelah si cewek kesenggol dan merasa kesakitan setengah tak berdaya, saat itulah kita tembak dia. Dapet pacar deh kita. #Aneh

Ada lagi ni yang mbuat ane agak geli, dan ketawa- ketiwi sendiri. Waktu ada adegan salah satu pemeran mau naik angkot. Mungkin adegan naik angkot itu biasa, yang nggak biasa disini adalah ketika naik angkot kemudian diiringi oleh ‘sound effect’. Menurut informasi yang ane dengar, penggunaan ‘sound effect’ berfungsi untuk mendramatisir sebuah alur crita. Naa….yang ane bingungin, sedramatis apa sih naik angkot itu sampai harus dikasih ‘sound effect’ ? Berdasar pengalaman ane dalam hal naik- menaiki angkutan umum, tidak ada hal yang menarik sekaligus mendebarkan kecuali kondisi ketika si kenek angkutan umum itu lupa narik bayaran ama ane. La di crita sinetron tadi kan baru mau naik, jadi belum ditarik bayaran to?

Kemudian ada yang ane bingungin juga waktu itu. Ane perhatiin khusus pemeran ceweknya, dari oma, ibu, ibu mertua, tante, adik, kakak, bahkan sampai pembantu rumah tangganya semua cantik – cantik. Nggak ada yang nggak cantik, semua dipukul rata di senetron itu. Na…ini kemudian memacu fikiran saya untuk bertanya- tanya, “ada ya memang daerah yang orangnya cantik- cantik semua? Wah…pengen juga tu kesana, minimal probabilitas saya dapat pacar cantik kan jadi lebih besar to?”

Itu mengenai beberapa adegan sinetron yang ane tonton waktu itu. Kalo mengenai jalan crita ane nggak tahu jelasnya. Karena penasaran, akhirnya ane tanya ama ibu ane bagaimana jalan crita tu sinetron. Kata ibu, sinetron itu ceritanya begini:

“Bapak A menikah dengan Ibu B, kemudian punya anak C, dan D. Setelah berjalannya waktu ternyata diketahui bahwa C, dan D bukanlah anak dari Bapak A. Mereka (C dan D) adalah anak dari hasil perselingkuhan Ibu B dengan Bapak E. Bapak E sendiri sebenarnya punya istri yaitu Ibu F, pasangan ini punya anak  yaitu G. Dan ternyata anak G ini juga bukan merupakan anak kandung Bapak E, dia (anak G) adalah hasil hubungan Ibu F dengan Bapak A”

“Wuidiiiiiih….. Ekstrim bener tu sinetron !!” Yang lebih ngeri lagi, setelah anak- anak tadi pada dewasa dan akhirnya menikah kemudian punya anak, e… anaknya malah saling ketuker.

Setelah ane pahami ngeri juga tu crita, cepat- cepat deh ane ralat harapan ane didepan untuk dapetin cewek di daerah sinetron itu berada. La emangnya Anda mau punya istri cantik tapi tidurnya sama suami tetangga?

*no hard feeling, just for laugh


Tanggapan

  1. betul juga sinetron mengajarkan kita mendapatkan pacar, tabrak sedikit cewek yg kita tembak lalu… selanjutnya…. kita akan dapat…… tamparan/omelan :mrgreen:

    yah begitulah sinetron jauh dari realitas :(

    • Dan sekarang semakin parah Gan, jam setengah sebelas baru selesai tu tanyangan2 sinetron. Wal akhir, kehidupan ane dalam hal menikmati pertelevisian semakin suram.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.