Oleh: bayu sindhu raharja | Januari 18, 2012

Sisi lain mahasiswa : Anatomi kisah percintaan

Di cerita yang lalu (baca disini) ane sebutin salah satu dosen paporit kami. Bu Feri namanya, dia cantik, baik hati dan tidak sombong. Pokoknya selera ane banget dah…(*selera semua orang kali..). Ngomongin soal cewek merupakan pokok bahasan wajib yang tak bisa ditinggalkan dalam diskusi kelompok kami.  Banyak kisah yg ane inget jaman – jaman kuliah dulu khusus soal itu. Kisah kami dengan cewek idaman masing – masing merupakan salah satu bumbu – bumbu penyedap persahabatan kami.

Oke, alkisah dimulai dari ane sendiri. Ane dulu pernah naksir cewek satu kampus, do’i berasal dari kota yang sama dengan ane, Klaten The Shine of Java. Walaupun temen – temen ane bilang dia kurang cantik, tapi bagi ane dia gadis yang menarik. Pertemuan berawal di parkiran motor fakultas ekonomi. Waktu itu ane curi-curi pandang, setelah ada sinyal positif ane ajak kenalah deh tu do’i. Alhamdulillah gayung bersambut, niat positif ane untuk ngajak kenalan direspon ama si do’i. Tukeran nomer hp, sms- sms an, tilpun – tilpunan jadi kegiatan rutin selanjutnya. Ya… Walaupun kadang ane harus rela ngutang dulu untuk beli pulsa, maklum nomer ane dan nomer si do’i beda operator jadi jatuhnya mahal. (*harap maklum juga, modal cekak). Tapi untungnya ane punya temen yang rela dan siap ane repotin untuk keperluan utang/piutang. Setelah ane merasa proses PDKT sudah lebih dari cukup, ane putusin untuk nembak do’i. Tepatnya sore itu didepan kamar mandi fakultas, ane ungkapin perasaan ane. Dan semua berjalan diluar prediksi ane, keyakikan ane bahwa ane bakalan diterima ternyata salah.

Doi bilang, “Bayu kamu terlalu baik buat aku”. Jawaban bullshit, nggak masuk akal. Apakah ane harus jahat dulu ama do’i kemudian baru ane diterima ? Kan nggak juga to?

Jawaban kedua dari do’i lebih bullshit lagi, “Bayu jangan sedih ya, seandainya kita jodoh kelak kita akan dipertemukan”. Ketika denger itu dalam hati ane berkata, “Dasar cewek bego’ ! La kan kita satu kampus, satu kelas lagi, nggak usah nunggu lama – lama, besok pagi pas kuliah manajemen keuangan kita  pasti ketemu…! Sarap ni cewek..!”.

Beberapa hari setelah kejadian itu, ane lihat do’i diantar laki-laki ke kampus. Menurut berita yang ane denger ternyata laki-laki itu pacar si do’i, mereka baru aja jadian. Jadi bisa ane simpulkan waktu itu ane kalah bersaing, salah satunya bersaing soal ‘mata’, mata pencaharian khususnya Do’i lebih milih laki-laki itu, seorang polisi, daripada ane yang seorang mahasiswa. Dan penolakan dari si do’i menambah daftar riwayat hidup ane, 2 kali nembak cewek, dan 2 kali itu pula ane ditolak. (#fakir asmara mode on)

Nasib Guruh pun tak jauh beda ama ane, bahkan lebih parah. Guruh pernah naksir berat ama mbak-mbak asisten dosen (asdos). Belum masuk tahap kenalan, baru mau minta nomer hp aja dia sudah ditolak. Ya..wal akhir fakir asmara bertambah satu lagi dikelompuk ane. Kemudian Benjo, dia juga naksir ama mahasiswi fakultas ilmu keguruan, Benjo rela jual ayam, kelinci untuk ngejar cinta gebetannya. Tapi ya itu, Benjo pun bernasib sama dengan ane, dan Guruh. Ditolak !! Tapi Benjo lebih sedikit untung karena setelah itu dia dapetin cewek, ya walaupun tu cewek baru kelas 3 SMP (*awas Njo, kena pasal ntar..!). Beda lagi dengan kisah Seno, dalam pandangannya cewek – cewek dikampus ini hanya cukup untuk dilihat saja. Kalo soal dijadikan istri dia tetap percaya ama gadis lampung, tempat dimana Seno dilahirkan. Wal akhir, setelah liburan semester, dia balik ke solo bukannya bawa oleh-oleh makanan. Tapi malah bawa istri.

Beda lagi dengan Sapto, Memet, Gondrong, dan Ju’on. Sebelum masuk dunia perkuliahan mereka sudah punya pacar duluan. Tapi ya itu, walaupun sudah punya pacar mereka sok – sok’an coba cari gebetan baru di kampus. Tapi mereka selalu saja gagal, dan digagalkan. Digagalkan oleh pacar masing – masing. Ane masih inget tu, gara – gara kelakuan mereka itu, hp mereka disita ama pacarnya masing – masing. Bahkan setelah hp dikembalikan, pacar mereka selalu mengadakan rasia rutin pada nomer kontak hp. Kira – kira ada nama yang dianggap mencurigakan, tak segan – segan si pacar langsung nge-delete nomernya. Yang sangat amat patut dikasihani adalah Memet, karena pacarnya tak segan – segan men-delete nomer – nomer perempuan dalam kontak Memet. Nggak peduli apakah perempuan itu temen satu kampus atau bukan. Wal akhir Memet selalu sibuk memasulkan nama – nama perempuan dikontaknya dengan nama laki – laki.

Mungkin bisa dikatakan waktu itu hanya Kokom yang sukses dengan percintaanya di kampus. Demi mendapat hati gadis pujaannya dia rela masuk organisasi musik di kampus. Organisasi musik ini bukan organisasi musik biasa, karena organisasi ini terkenal dengan kedisiplinan tingkat dewa. Bahkan dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh organisasi tersebut kesempurnaan menjadi hal penting yang dikedepankan, jadi cenderung terlihat sangat formil sekali. Karakteristik organisasi tersebut jelas bertolak belakang dengan karakteristik Kokom yang bebas, dan slenge’an. Tapi ya itu tadi, demi gadis pujaan hatinya dia rela lakukan itu. Ane masih inget waktu itu, tepatnya di halte bus depan Yarsis (Rumah Sakit Islam Surakarta) Kokom ngutarain cintanya. Waktu itu kami semua dimintai tolong untuk menemaninya. Kokom ngungkapin perasaannya dengan memetik beberapa bait lagu Pujaaan Hati dari Kangen Band. Okelah…. selama ini Kokom dalam kesehariannya dikenal sebagai penggemar berat Bob Marley, tapi fakta membuktikan untuk urusan cintanya Lagu Pujaan Hati telah berkontribusi melulukan hati gadis pujaannya. Wal akhir… hari itu kami kecripatan nikmatnya juga, untuk merayakan hari jadiaannya kami ditraktir di warung HIK Lek Pujo bawah pohon ‘talok’ depan Pom Bensin.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.