Catatan Kegelisahan
Indonesia…Indonesia….Indonesia….Ya..ya..itulah nama Negara saya, tempat dimana saya menjalani lika – liku kehidupan, dan pastinya Negara ini akan tetap menjadi kebanggaan bagi saya.
Tapi entah mengapa ketika saya berada diantara sekian banyak orang yang ngakunya kalo saya tanya adalah orang Indonesia, baik itu di masyarakat, di kampus, dll saya merasa menjadi seperti orang asing, karena saya merasa sangat sulit bahkan tidak mampu untuk mengenali mereka. Mengapa ?, Mengapa ? pertanyaan yang selalu terlintas di otak saya. Apakah sekarang mereka menjadi orang asing, sehingga saya sulit mengenali mereka, atau malah saya yang menjadi orang asing sehingga sulit dikenali oleh mereka, dua opsi yang menurut saya sangat mungkin untuk menjawab pertanyaan saya.
Karena ini tulisan saya, saya akan mulai dari sudut pandang saya. Sebetulnya apa sich yang membuat saya tidak mengenali, apakah bahasa mereka? Ah…tidak,, saya kira sampai sekarang pun mereka masih memakai bahasa Indonesia kok, atau apakah makanannya? Ah…tidak juga saya kira,, sampai saat ini mereka juga masih makan nasi kok, sama seperti saya. Atau mungkin tingkah lakunya? Nah ini…menarik untuk saya amati, didesa saya ( kebetulan memang saya tinggal di desa ) budaya gotong royong yang dulu menjadi kebanggaan kita sekarang sudah mulai luntur terhapus oleh sebuah sikap individualisme, itu salah satu contohnya
Di lingkungan kampus, saya lihat berbagai macam mahasiswa / mahasiswi mereka seperti terlihat seperti mau syuting dari pada seperti mau menuntut ilmu (mungkin berlebihan ya…tapi ini kenyataannya kawan) atau mungkin saya yang kurang pergaulan(kuper), sehingga tidak update fashion. Mungkin menyakitkan sebenarnya kenyataan seperti ini, tapi saya lihat mereka – mereka itu biasa – biasa aja. Easy going…lah, hidup Cuma sekali, jangan dibikin susah, begitulah yang sering saya dengar dari mulut mereka. Kalo ditanya bagaimana nasib bangsa ini, jawaban mereka pasti : ”Alah, ngapain mikirin negara, yang penting sekarang saya bisa hidup senang”, (Anda Mahasiswa Bung…….!!!!!), akan tetapi semua itu adalah hak mereka, dan mungkin seharusnya saya menghormati hak mereka. Namun apakah hak – hak individu seseorang harus bertentangan dengan kepentingan bangsa dan negara? Kalaupun bertentangan, mana yang lebih dahulu diprioritaskan ?, kalo jawabannya adalah kepentingan individu, buat apa Negara ini masih berdiri?
Apakah tulisan ini bermaksud menunjukkan pada khalayak, bahwa hanya saya lah yang cinta Indonesia dan mereka semua tidak. O….tentu TIDAK kawan, tidak…bukan maksud saya seperti itu, catatan ini hanyalah sebuah catatan kegelisahan dari seseorang yang mengharap adanya perbaikan di Negara kita ini . Mungkin berangkat dari tulisan ini, bisa dijadikan koreksi bagi kita semua, minimal bagi saya. Siapa lagi yang akan memikirkan bangsa ini kawan, kalo bukan kita semua sebagai warga negara Indonesia.