Saatnya Yang Muda Yang Berbicara

Sedikit mengutip sebuah tulisan yang ditulis oleh politisi muda Budiman Sudjatmiko, “Meski Indonesia merupakan negeri tropis yang akrab dengan matahari, Indonesia bukanlah matahari itu sendiri. Setidaknya berbeda dengan matahari yang pada saatnya harus terbenam, Indonesia bisa memilih untuk tidak terbenam”.  Sebuah tulisan yang sebenarnya sudah lama saya baca, tetapi sampai sekarang tulisan itu masih melekat dan menjadi renungan bagi diri saya sendiri.

“Indonesia bisa memilih untuk tidak terbenam”,  nah inilah salah satu potongan kalimat yang mungkin mempunyai makna yang cukup dalam bagi para generasi muda(termasuk saya). Ketika  Indonesia memilih untuk tidak terbenam, ketika itupula kita mempunyai tugas untuk berjaga, berjaga untuk kemerdekaan. Saya mencoba kembali mengutip tulisan Bapak  Sri Tua Arief, ” kemerdekaan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, kemerdekaan adalah titik awal untuk melakukan koreksi secara fundamental terhadap berbagai dimensi, baik itu dimensi politik, sosial, ekonomi dan budaya”.  Mungkin saya terlalu berlebihan ketika saya mengatakan nasib suatu bangsa itu tergantung kepada pemuda dan pemudinya,akan tetapi saya tidak berlebihan ketika saya mengatakan, generasi muda mempunyai peran yang sangat penting dalam membangun Negara Indonesia. Sejarah telah membuktikan, bagaimana kekuatan generasi muda mempunyai peran yang sangat signifikan terhadap perkembangan Negara Indonesia.

Sebetulnya, coretan  singkat diatas bisa dikatakan letupan emosi seorang pemuda yang sok resah melihat kondisi di sekelilingnya. Mungkin berangkat dari coretan ini, bisa menjadi bahan koreksi, minimal untuk diri saya sendiri. Karena saya sadari masih banyak kekurangan dalam diri saya pribadi. Tapi yakinlah kawan tidak ada perjuangan yang tidak megelurkan keringat, dan mungkin tidak ada kemenangan yang diraih dalam waktu singkat.

Tinggalkan Balasan