SEDIKIT CERITA DARI SEORANG HAMBA

Hari – hari yang menjemukan, membosankan,  melelahkan, menjengkelkan, dan membuat ku mudah cepat marah, itulah segala unek – unek yang aku rasakan pada beberapa hari ini. Bukannya aku tidak bersyukur akan nikmat yang Tuhan berikan kepadaku, akan tetapi perasaan tersebut adalah representasi dari salah satu sisi kehidupanku. Kalau ditanya, berapa jumlah sisi kehidupanku, sebetulnya aku juga bingung akan menjawabnya. Akan tetapi saya yakin  didalam diri saya ada beberapa sisi kehidupan,  yang saling menopang satu dengan yang lainnya. Apabila satu sisi terluka pasti akan mempengaruhi sisi yang lain. Begitulah keyakinan saya, terdengar konyol, tapi nggak masalah, karena kita punya hak yang sama untuk mengeluarkan pendapat.

Sebetulnya apa sich yang membuat saya jengkel, bosan, marah dan lain sebagainya?, apakah keadaan atau situasikah yang menjadi penyebabnya?, ah..tidak, kalau saya hanya menyalahkan keadaan dan situasi itu terasa tidak  fair kali ya?. Lalu apakah saya harus menyalahkan diri saya sendiri?, apa yang salah dengan diri saya?, memang, ini terasa cukup masuk akal juga, karena dari sini saya bisa berintropeksi serta mengevaluasi diri saya, terlepas dari segala kerumitan yang akan saya hadapi. Lalu sebetulnya siapa yang akan saya salahkan?, ah… lupakan itu semua, kalau saya sibuk mencari siapa yang salah, lama – lama saya bisa menyalahkan Tuhan, suatu hal yang sangat fatal dan bahaya.

Benang merah yang dapat saya tarik dari segala persoalan diatas adalah jangan sampai saya terlalu sibuk mencari kesalahan. Yang nantinya malah akan menyeret saya ke jurang kekufuran. Yang terpenting bagaimana saya bisa belajar dari segala kejengkelan, kebosanan yang beberapa hari ini menghinggapi perasaan saya. Memang itu semua terasa sulit, tapi saya cukup yakin saya bisa, karena seorang pemenang pasti akan mengatakan seperti itu, yaa…walaupun saya bukan pemenang yang sebenarnya, minimal saya mencoba untuk mendekati dan berusaha meraih kemenangan tersebut.

GOOD LUCK

Tinggalkan Balasan